Tampilkan postingan dengan label soal. Tampilkan semua postingan

UAS Riset Operasional 2018 Semester Ganjil || Dosen Geri Kusnanto, S.Kom.,MM


Program Transportasi Biaya Terkecil dengan C++

#include <iostream.h>
#include <conio.h>
#include <stdio.h>

main(){
int baris,kolom,baris2,kolom2,cs1,cs2,min,total=0;
int a,b,a2,b2,cost[20][20],gudang[20],pabrik[20],temp[20],temp2[20];
gotoxy(20,1);cout<<"PROGRAM TRANSPORTASI BIAYA TERKECIL";
cout<<"\nBerapa Baris ? ";cin>>baris;
cout<<"Berapa Kolom ? ";cin>>kolom;

cout<<"\n\nMasukkan Biaya !!! \n";
for(a=1; a<=baris; a++){
for(b=1; b<=kolom; b++){
    cout<<"Biaya ["<<a<<"]["<<b<<"] = ";cin>>cost[a][b];
   }
}

cout<<"\n\nMasukkan Kebutuhan Gudang !!! \n";
for(b=1; b<=kolom; b++){
    cout<<"Biaya ["<<a<<"] = ";cin>>gudang[b];
   }

cout<<"\n\nMasukkan Kapasitas Pabrik !!! \n";
for(a=1; a<=baris; a++){
    cout<<"Biaya ["<<a<<"] = ";cin>>pabrik[a];
}


cout<<"\n--------Matrik--------\n";
cout<<"\n\t\t\t     Pabrik\n";
for(a=1; a<=baris; a++){
for(b=1; b<=kolom; b++)
    cout<<"\t"<<cost[a][b];
      cout<<"\t"<<pabrik[a];
      cout<<endl;
}
cout<<"\nGudang  ";
for(b=1; b<=kolom; b++)
      cout<<gudang[b]<<"\t";

for(a=1; a<=baris; a++)
temp[a]=0;
for(a=1; a<=kolom; a++)
temp2[a]=0;
   baris2=baris; kolom2=kolom;

while(baris2>0 && kolom2>0){
min=1000;
   for(a=1;a<=baris;a++){
    if(temp[a]!=1){
      for(b=1;b<=kolom;b++){
          if(temp2[b]!=1){
            if(min>cost[a][b]){
                min=cost[a][b];
                  a2=a;
                  b2=b;
               }
            }
         }
      }
   }

if(pabrik[a2]<gudang[b2])
cs1=pabrik[a2];
else
cs1=gudang[b2];

for(a=1;a<=baris;a++){
if(temp[a]!=1){
    for(b=1;b<=kolom;b++){
      if(temp2[b]!=1){
          if(min==cost[a][b]){
            if(pabrik[a]<gudang[b])
                cs2=pabrik[a];
               else
                cs2=gudang[b];
               if(cs2>cs1){
                cs1=cs2;
                  a2=a;
                  b2=b;
               }
            }
         }
      }
   }
}
cout<<"\n\nBiaya Terkecil || Baris || Kolom";
cout<<"\n\t"<<min<<"\t    "<<a2<<"\t    "<<b2;

if(pabrik[a2]<gudang[b2]){
cout<<"\n\n Total + Biaya * Pabrik/Gudang";
cout<<"\n   "<<total<<"   +  "<<cost[a2][b2]<<"    *    "<<pabrik[a2];
   total=total+cost[a2][b2]*pabrik[a2];
   gudang[b2]=gudang[b2]-pabrik[a2];
   temp[a2]=1;
   baris2--;
}
else
if(pabrik[a2]>gudang[b2]){
cout<<"\n\n Total + Biaya * Pabrik/Gudang";

cout<<"\n   "<<total<<"   +  "<<cost[a2][b2]<<"    *    "<<gudang[b2];
   total=total+cost[a2][b2]*gudang[b2];
   pabrik[a2]-=gudang[b2];
   temp2[b2]=1;
   kolom2--;
}
else if(pabrik[a2]==gudang[b2]){
cout<<"\n\n Total + Biaya * Pabrik/Gudang";
cout<<"\n   "<<total<<"   +  "<<cost[a2][b2]<<"    *    "<<pabrik[a2];
total=total+cost[a2][b2]*pabrik[a2];
   temp[a2]=1;
   temp2[b2]=1;
   baris2--;
   kolom2--;
}
cout<<"\n\nTotal : "<<total;
}
cout<<"\n\nTotal Akhir : "<<total;
getch();
}   

TATA CAHAYA DALAM MULTIMEDIA


1.    Pengertian Tata Cahaya
Tata cahaya adalah seni pengaturan cahaya dengan mempergunakan peralatan pencahayaan agar kamera mampu melihat obyek dengan jelas, dan menciptakan ilusi sehingga penonton mendapatkan kesan adanya jarak, ruang, waktu dan suasana dari suatu kejadian yang dipertunjukkan dalam suatu pementasan. Seperti halnya mata manusia, kamera video membutuhkan cahaya yang cukup agar bisa berfungsi secara efektif. Dengan pencahayaan penonton akan bisa melihat seperti apa bentuk obyek, di mana dia saling berhubungan dengan obyek lainnya, dengan lingkungannya, dan kapan peristiwa itu terjadi.
Kerja kamera elektronik sangat dipengaruhi oleh sistem pencahayaan . Hal ini sesuai dengan karakter sistem proses perekaman gambar oleh kamera elektronik, sehingga masalah-masalah mengenai tata cahaya sangatlah penting peranannya dalam sebuah kegiatan perekaman gambar.
Cahaya menurut sumbernya dibedakan dalam Cahaya bersumber dari alam, seperti cahaya matahari ( natural light/daylight) dan Cahaya yang diciptakan atau bersumber dari lampu, api (artifisial light/tungsten)
Sumber cahaya itu sendiri mempunyai karakteristik jenis cahaya dan intensitas cahaya yang bermacam-macam. Kita abaikan dulu permasalahan ini, kita coba untuk memperlakukan sebuah sistem yang aplikatif terhadap kerja kamera.Seperti teori dasar tata cahaya. Dalam setiap pengambilan gambar dipengaruhi oleh kondisi tata cahaya yang ada, apapun kondisinya tetapi hasilnyapun juga mengikuti kondisi tata cahaya tersebut. Namun untuk mendapatkan hasil yang lebih maksimal maka kita dapat mengikuti teori dasar tata cahaya yang berlaku, walaupun pada praktek kerja kita dapat mengembangkan kreasi kita sesuai keinginan dan hasil yang akan dicapai. 
KUALITAS CAHAYA
a. Hard light
Disebut dengan cahaya keras yang dihasilkan dari sumber cahaya dengan intensitas yang tinggi, cahaya lebih bersifat spot. Menghasilkan kekontrasan yang tinggi dan bayangan yang keras (gelap – terangnya).
b. Soft Light
Disebut juga cahaya yang lembut karena dihasilkan dari sumber terpendar dan halus biasanya cahaya yang dipancarkan adalah flood dan dibarengi dengan filter atau elemen penghalus pemendaran cahaya.Kontras yang dihasilkan lebih tipis sehingga bayangan yang dihasilkan juga tidak keras.
 
Cahaya berdasarkan konsep dasar pencahayan dapat dibedakan :
a.  Natural Light
Cahaya natural yang sumber cahaya dalam satu frame atau adengan maupun scene bersumber dari cahaya yang bersifat natural. Misalnya cahaya pagi hari dari sebelah timur (key). Maka shot-shot dalm scene tersebut key lightnya dari arah yang sama.
c. Pictorial Light/Arificial Light
Cahaya yang bersifat artistik atau ciptaan. dibentuk sesuai kebutuhan artistik, mood sebuah adegan atau scene. Jadi arah sumber cahaya (key) dapat berubah-ubah sesuai dengan kebutuhan artistic gambar atau mood dari adegan tersebut.
                                                     
Direction of Light
Pencahayaan yang dibedakan berdasarkan arah cahaya dan jatuhnya cahaya ke subjek dapat dibedakan:
a.  Top Light
Cahaya yang datang dari arah atas subjek, sebagai ambient/base light juga menciptakan suasana tertekan pada subjek.  
b. Eye Light
Cahaya yang ditujukan pada posisi mata subjek guna untuk menguatkan kekuatan yang dimunculkan dari  mata.
c.Accent Light
Cahaya yang dibuat sebagai aksen diluar subjek untuk menciptakan kedalaman dan mood tertentu. Biasanya ditujukan pada background
Color Temperature (Suhu Warna)
Suhu cahaya  yang berbeda akan menghasilkan suhu warna yang berbeda pula. Lampu neon memberikan cahaya berwarna hijau kebiru-biruan, lampu tangsten halogen menghasilkan warna kuning kemerah-merahan, sinar cahaya  matahari memancarkan warna putih kebiru-biruan. 
Perbedaan ini sebenarnya karena adanya perbedaan derajad suhu warna yang diukur dalam Derajad Kelvin. 
Semakin rendah derajad Kelvin, maka suhu warnanya kemerah-merahan sedangkan semakin tinggi derajad Kelvinnya maka suhu warna cenderung kebiru-biruan.
Daftar derajad Kelvin dengan sumber cahaya
10.000 Kelvin
Langit biru
9.000 Kelvin
Langit mendung
7.000 Kelvin

5.600 Kelvin
Cahaya matahari (DAY LIGHT)
4.900 Kelvin
Lampu Neon
4.200 Kelvin
2 jam setelah matahari terbit/
Sebelum terbenam (TUNGSTEN)
3.800 Kelvin
1 Jam setelah matahari terbit
3.200 Kelvin
Lampu halogen
2.800 Kelvin
Lampu Pijar
2.200 Kelvin
Matahari terbit/terbenam
1.600 Kelvin
Cahaya Matahari
Jika kita melihat matahari atau lampu buatan manusia lainnya, maka cahaya yang dihasilkan adalah pijar putih atau kuning. Jadi cahaya tersebut merupakan perpaduan dari beberapa HUE dalam spektrum.Apabila berbeda sumber pencampurannya maka akan menghasilkan campuran yang berbeda pula yang ditangkap oleh mata manusia.
2.    PRINSIP DASAR TATA CAHAYA
Ini sudah menjadi rumusan atau formula dasar sebuah pencahayaan dalam produksi video, film, dan foto. Tiga poin penting itu terdiri atas : Key Light, Fill Light, Back Light
a. Key Light
Pencahayaan utama yang diarahkan pada objek. Keylight merupakan sumber pencahayaan paling dominan. Biasanya keylight lebih terang dibandingkan dengan fill light. Dalam desain 3 poin pencahyaan, keylight ditempatkan pada sudut 45 derajat di atas subjek.Fill Light
b. Fill light
Pencahayaan pengisi, biasanya digunakan untuk menghilangkan bayangan objek yang disebabkan oleh key light. Fill light ditempatkan berseberangan dengan subyek yang mempunyai jarak yang sama dengan keylight. Intensitas pencahyaan fill light biasanya setengah dari key light.
c. Back Light
Pencahayaan dari arah belakang objek, berfungsi untuk meberikan dimensi agar subjek tidak “menyatu” dengan latar belakang. Pencahyaan ini diletakkan 45 derajat di belakang subyek. Intensitas pencahyaan backlight sangat tergantung dari pencahayaan key light dan fill light, dan tentu saja tergantung pada subyeknya. Misal backlight untuk orang berambut pirang akan sedikit berbeda dengan pencahayaan untuk orang dengan warna rambut hitam.
3.    Fungsi tata cahaya
Tata cahaya yang hadir di atas panggung dan menyinari semua objek sesungguhnya menghadirkan kemungkinan bagi sutradara, aktor, dan penonton untuk saling melihat dan berkomunikasi. Semua objek yang disinari memberikan gambaran yang jelas kepada penonton tentang segala sesuatu yang akan dikomunikasikan. Dengan cahaya, sutradara dapat menghadirkan ilusi imajinatif. Banyak hal yang bisa dikerjakan bekaitan dengan peran tata cahaya tetapi fungsi dasar tata cahaya ada empat, yaitu penerangan, dimensi, pemilihan, dan atmosfir (Mark Carpenter, 1988).
-       Penerangan. Inilah fungsi paling mendasar dari tata cahaya. Lampu memberi penerangan pada pemain dan setiap objek yang ada di atas panggung. Istilah penerangan dalam tata cahaya panggung bukan hanya sekedar memberi efek terang sehingga bisa dilihat tetapi memberi penerangan bagian tertentu dengan intensitas tertentu. Tidak semua area di atas panggung memiliki tingkat terang yang sama tetapi diatur dengan tujuan dan maksud tertentu sehingga menegaskan pesan yang hendak disampaikan melalui laku aktor di atas pentas.
-       Dimensi. Dengan tata cahaya kedalaman sebuah objek dapat dicitrakan. Dimensi dapat diciptakan dengan membagi sisi gelap dan terang atas objek yang disinari sehingga membantu perspektif tata panggung. Jika semua objek diterangi dengan intensitas yang sama maka gambar yang akan tertangkap oleh mata penonton menjadi datar. Dengan pengaturan tingkat intensitas serta pemilahan sisi gelap dan terang maka dimensi objek akan muncul.
-       Pemilihan. Tata cahaya dapat dimanfaatkan untuk menentukan objek dan area yang hendak disinari. Jika dalam film dan televisi sutradara dapat memilih adegan menggunakan kamera maka sutradara panggung melakukannya dengan cahaya. Dalam pementasan tertentu, penonton secara normal dapat melihat seluruh area panggung, untuk memberikan fokus perhatian pada area atau aksi tertentu sutradara memanfaatkan cahaya. Pemilihan ini tidak hanya berpengaruh bagi perhatian penonton tetapi juga bagi para aktor di atas pentas serta keindahan tata panggung yang dihadirkan.
-       Atmosfir. Yang paling menarik dari fungsi tata cahaya adalah kemampuannya menghadirkan suasana yang mempengaruhi emosi penonton. Kata “atmosfir” digunakan untuk menjelaskan suasana serta emosi yang terkandung dalam peristiwa lakon.Tata cahaya mampu menghadirkan suasana yang dikehendaki oleh lakon. Sejak ditemukannya teknologi pencahayaan panggung, efek lampu dapat diciptakan untuk menirukan cahaya bulan dan matahari pada waktu-waktu tertentu. Misalnya, warna cahaya matahari pagi berbeda dengan siang hari. Sinar mentari pagi membawa kehangatan sedangkan sinar mentari siang hari terasa panas. Inilah gambaran suasana dan emosi yang dapat dimunculkan oleh tata cahaya
Keempat fungsi pokok tata cahaya di atas tidak berdiri sendiri. Artinya, masing-masing fungsi memiliki interaksi (saling mempengaruhi). Fungsi penerangan dilakukan dengan memilih area tertentu untuk memberikan gambaran dimensional objek, suasana, dan emosi peristiwa. Gambar berikut memperlihatkan interaksi fungsi pokok tata cahaya. READ MORE...

Praktikum Rangkaian Logika 2016


Modul Praktikum Rangkaian Logika 2016
(Nb : centang tuliasan "I'am not a robot" > klik "GET LINK" > ikuti proses yang ada)
(Nb : tunggu hingga keluar tombol SKIP THIS AD di pojok kanan atas lalu klik tombol tersebut)
Tugas praktikum:
l. Buatlah tabel kebenaran dari gambar 2.4! 

Gambar 2.4

2. Buatlah tabel kebenaran dari gambar 2.5!
Gambar 2.5
Link Unduh Tugas Praktikum 1
Download
Tugas Pendahuluan :
1. Nyatakanlah dangan hubungan SWITCH untuk gerbang AND, gerbang OR dan gerbang
NOT kemudian buat tabel tabel kebenarannnya dari masing - masing gerbang tersebut !
2. Buatlah rangkaian logika dan tabel kebenarannya untuk persamaan - persamaan berikut :
Y1 = 'A + 'B
Y2 = 'A . 'B
Y3 = (A + B)'
Y4 = (A.B)'
3. Bandingkan tabel kebenarannya antara Y1 dan Y4, Y2 dan Y3. Berikan kesimpulan dari hasil
tersebut
Tugas Pendahuluan 1a
Download
Tugas Pendahuluan 1b
Download

(Nb : centang tuliasan "I'am not a robot" > klik "GET LINK" > ikuti proses yang ada)
(Nb : tunggu hingga keluar tombol SKIP THIS AD di pojok kanan atas lalu klik tombol tersebut)

Tugas Praktikum 2
Download
TUGASPENDAHT'LUAN
l. Jetaskan perbedaan Half Adder dan Full Adder !
2. Gambarkan rangkaian Half Adder dan Full Adder (dengan gerbang logika) !
3. Buat rangkaian Full Adder 3 bit dengan gerbang logika !
Tugas Pendahuluan 2a
Download
Tugas Pendahuluan 2b
Download

(Nb : centang tuliasan "I'am not a robot" > klik "GET LINK" > ikuti proses yang ada)
(Nb : tunggu hingga keluar tombol SKIP THIS AD di pojok kanan atas lalu klik tombol tersebut)

Tugas Praktikum 3
Download
TUGAS PENDAHULUAN

1. Tabel kebenaran dari fungsi 
F(a,b,c,d) = sigma (0,1,4,5,6,7,11,12,13,14,15)
2. Sedehanakan rangkaian yang ditunjukkan dengan fungsi tersebut dengan menggunakan metode Karnaugh (Kmap) !
3. Sederhanakan rangkaian yang ditunjukkan dengan fungsi tersebut dengan metode Quine-McC luskey !
4. Gambar rangkaian logika yang dihasilkan dari tugas nomor 2 dengan menggunakan gerbang logika!
Tugas Pendahuluan 3a
Download
Tugas Pendahuluan 3b
Download

(Nb : centang tuliasan "I'am not a robot" > klik "GET LINK" > ikuti proses yang ada)
(Nb : tunggu hingga keluar tombol SKIP THIS AD di pojok kanan atas lalu klik tombol tersebut)
Tugas Praktikum 4
Download
TUGAS PENDAHULUAN
1. Buatlah tabel kebenaran dari sebuah Decoder 3x8, dapatkan output-outputnya Dari hasil
masing-masing outputnya dapatkan persamaan logikanya. Buatlah gambar rangkaian
Decodernya!
2. Ulangi tugas no.l untuk Decoder 2x4 !
3. Buatlah tabel kebenaran dari sebuah Encoder 8x3, dapatkan output-outputnya- Dari hasil
masing-masing outputnya dapatkan persamaan logikanya Buatlah gambar rangkaian
Encodernya!
4. Ulangi tugas no.3 untuk Encoder 4x2 !
5. Buatlah tabel kebenaran untuk Multiplexer yang melayani 4 data yang berbeda. Tentukan
berapa select line yang harus digambarkan, dapatkan output-outputnya. Dari hasil masing-masing
outputnya dapatkan persamaan logikanya. Buatlah gambar rangkaian Multiplexer !
Tugas Pendahuluan 4a
Download
Tugas Pendahuluan 4b
Download
Tugas Pendahuluan 4c
Download

(Nb : centang tuliasan "I'am not a robot" > klik "GET LINK" > ikuti proses yang ada)
(Nb : tunggu hingga keluar tombol SKIP THIS AD di pojok kanan atas lalu klik tombol tersebut)

- Copyright © Whatever I Don't Care - Hatsune Miku - Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan -