Tampilkan postingan dengan label Pengetahuan. Tampilkan semua postingan
Soft Skills Development (BATCH 1) || Kelas Kewirausahaan Digital/Digipreneur Academy
Pada
sesi 1 kamu akan mempelajari bagaimana kesempatan dan budaya kerja di
dinua digital abad ini. Kamu juga akan disuguhkan mengenai mengapa perlu
penguasaan softkills untuk bisa sukses di era digital. Selain itu. Narasumber
akan menjelaskan materi mengenai bagaimana kamu bisa mengenal minat dan
bakat probadi kamu. Kemudian kamu akan diberikan arahan bagaimana
merumuskan tujuan dan jenjang karir. Selain itu, kamu akan diberikan
strategi bagaimana membuat CV yang efektif.
Kamu akan diberikan tugas untuk
menuliskan rencana karir kamu dengan GROW model. Pada Tugas 2, kamu akan
diberi tugas untuk membuat CV yang baik. selain itu ada quiz untuk
mereview pemahaman kamu terhadap topik yang sudah kamu simak.
Module Kelas Soft SKills DevelopmentURL
Klik link berikut untuk mendownload Module Kelas Soft Skills Development
Topik 1: Kesempatan dan Budaya Kerja Dunia Digital
Topik 7: Pemahaman Proses Rekrutmen dan Persiapannya
Peserta akan diberikan tips dan trik
serta hal-hal yang sebaiknya dilakukan dan tidak dilakukan saat
mengikuti wawancara kerja. Pertanyaan- pertanyaan umum yang sering
muncul dalam wawancara kerja akan dibahas secara lebih mendalam,
termasuk cara menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut. Peserta juga akan
mempelajari hal-hal lain yang harus diperhatikan termasuk pakaian,
bahasa tubuh, dan cara bicara.
Peserta juga akan dibekali dengan teknik dasar dalam negosiasi yang baik dan benar.
Klik link berikut untuk mendownload Module Kelas Soft Skills Development
Topik 1: Kesempatan dan Budaya Kerja Dunia Digital
Topik ini bertujuan memberikan
pemahaman kepada peserta tentang berbagai peluang, lingkungan, dan
budaya kerja yang ada di dunia digital.
Materi mencakup gambaran tentang
berbagai profesi baru yang berkembang dan berbagai kesempatan yang dapat
dimiliki untuk mengembangkan karir dalam industri digital saat ini dan
di masa yang akan datang. Berbagai contoh karir diberikan untuk
meningkatkan pemahaman peserta.
Peserta juga akan mendapat gambaran
umum mengenai cara kerja yang berbeda-beda sesuai dengan sektor
pekerjaan terkait. Penjelasan tentang kelebihan dan kekurangan dari
lingkungan kerja di era digital juga akan diberikan untuk meningkatkan
pemahaman peserta. Perbedaan budaya kerja seperti pengaturan jam kerja,
struktur birokrasi, dan ritme kerja di berbagai sektor akan diberikan
sebagai contoh.
Peserta akan didorong untuk
menumbuhkan passion dan kecintaan terhadap dunia kerja digital. Materi
akan mencakup penjelasan tentang dampak yang dapat dihasilkan dari
profesi mereka, serta bagaimana mereka dapat membuat perubahan melalui
pekerjaan mereka.
Perubahan sosial yang telah
berhasil diciptakan startup-startup lokal akibat perkembangan teknologi
digital akan diberikan sebagai contoh.
Dalam pembahasan topik ini, peserta
akan mendapat gambaran tentang soft-skills yang akan dipelajari selama
program Soft-Skills Development.
Peserta akan mendapat pemahaman
betapa pentingnya memiliki soft-skill di dunia kerja, serta bagaimana
menggunakan soft-skill untuk meningkatkan karir.
Contoh soft-skill yang akan dibahas adalah soft- skill komunikasi.
Pada sesi ini peserta dapat
mengenali minat, bakat dan profil diri sendiri. Peserta diberi
serangkaian tools yang akan dapat memotret karakter peserta. SWOT
analisis untuk profil diri, MBTI untuk mengetahui kepribadian, dan test
bakat lainnya. Peserta mendapatkan contoh- contoh profil tokoh yang
berhasil dalam bidang digital dan kecenderungan karakter tokoh tersebut.
Peserta juga akan menjajaki pilihan
karir di dunia digital berdasarkan penelusuran minat, bakat dan profil
diri pada pertemuan sebelumnya.
Dengan begitu peserta dapat menentukan pilihan pada karir yang tepat sesuai dengan minat dan bakat yang dimiliki.
Pada sesi ini peserta diajak untuk
menyadari pentingnya memiliki career objective dan career path agar
menjadi lebih fokus dalam mencapai tujuannya. Selain itu, peserta juga
akan mendapat pengetahuan dalam merumuskan career objective dan career
path yang benar dan terukur. Output dari pembelajaran sesi ini peserta
mengetahui career objective dan career path pada pilihan karir yang
menjadi minatnya.
Setelah menentukan career objective
dan career path yang ingin ditempuh peserta, pada sesi ini peserta
dibimbing untuk mempersiapkan proses melamar pekerjaan.
Sesi ini diharapkan dapat
menumbuhkan inisiatif peserta untuk aktif mencari tahu informasi dan
proses yang ditentukan oleh perusahaan yang ingin dilamar selama proses
rekrutmen.
Pada tahap ini, peserta juga
dibimbing untuk membuat CV yang efektif, serta sesuai dengan
karakteristik dan sektor perusahaan digital.
Hasil CV peserta diharapkan memuat
segala informasi yang dibutuhkan oleh perusahaan, serta menunjukan latar
belakang, kelebihan dan prestasi peserta.
Topik 6: Menggunakan Platform Digital Pencarian Kerja
Sesi ini bertujuan untuk memberikan pengalaman bagi peserta untuk menggunakan platform digital pencarian kerja.
Dengan menggunakan berbagai platform
digital, diharapkan peserta dapat lebih mudah mendapat informasi
lowongan pekerjaan dan melamar pekerjaan.
Sesi ini bertujuan memberikan
gambaran umum proses rekrutmen pada dunia kerja yang perlu diketahui
oleh peserta agar dapat mempersiapkan diri dalam menghadapi proses
rekrutmen. Pada sesi ini, peserta akan diberi pengetahuan bentuk-bentuk
proses rekrutmen yang umum di dilaksanakan saat ini.
Peserta kemudian akan mendapatkan
materi tentang tipe-tipe wawancara di dunia kerja dan contoh-contoh
pertanyaan dalam tipe-tipe wawancara tersebut sehingga mampu
mempersiapkan informasi yang akan dibutuhkan oleh pewawancara, selain
itu peserta juga mampu menjelaskan perbedaan dari masing-masing tipe
wawancara.
Peserta juga akan dibekali dengan teknik dasar dalam negosiasi yang baik dan benar.
Sesi2
Pada
sesi 2 ini kamu akan dituntun untuk memahami bagaimana komunikasi lisan
dan tulisan yang efektif. Kamu juga akan diberikan informasi mengenai
mindset apa saja yang perlu dikembangkan saat ini untuk dapat sukses di
dunia kerja. Selain itu, kamu akan dipaparkan mengenai bagaimana
mengelola waktu dan menjalin jejarin dan berkolaborasi.
Pada sesi 2 ini aka nada quiz dan tugas akhir. Dua item ini menentukan kelulusan kamu.
Topik 9: Komunikasi Lisan dan Tertulis Yang Efektif
Pada sesi ini, peserta mendapatkan
informasi bagaimana cara berkomunikasi yang efektif baik secara lisan
maupun tulisan. Prinsip-prinsip komunikasi yang efektif seperti REACH
(Respect, Empathy, Audible, Clarity dan Humble) dijelaskan juga pada
sesi ini.
Peserta diberikan materi bagaimana berkomunikasi dengan baik dan benar sesuai dengan etika di dunia maya (netiquette). Contoh penulisan email yang benar dan lain sebagainya.
Topik 10: Mindset ( Bag.1 )
Pada sesi ini peserta akan diberikan informasi mengenai mindset apa saja yang perlu dikembangkan saat ini untuk dapat sukses di dunia kerja. Diantaranya: Growth Mindset, Solution-Oriented, Self-Leadership
Topik 11: Mindset ( Bag.2 )
Pada sesi ini peserta akan diberikan
informasi mengenai mindset apa saja yang perlu dikembangkan saat ini
untuk dapat sukses di dunia kerja. Diantaranya: Critical Thinking,
Adaptability, Customer-Centric, Data-driven Decision Making
Topik 12: Berjejaring dan Berkolaborasi
Pada sesi ini, peserta akan diberi
pemahaman arti penting keuntungan bila memiliki jejaring dan kolaborasi.
Baik dalam proses pencarian kerja maupun untuk pengembangan karirnya
nanti. Materi yang akan diberikan:
Topik 13: Manajemen waktu
Dalam era digital, sangat penting
bagi peserta untuk mengetahui manajemen waktu. Oleh karena itu pada sesi
ini, peserta akan diberikan pemahaman bagaimana cara manajemen waktu
serta memaksimalkan waktu untuk menjadi lebih produktif dalam bekerja.
Kebebasan waktu dan sistem kerja yang fleksibel bisa menjadi nilai tambah bekerja di era digital, namun bisa juga menjadi tantangan. Peserta harus belajar bertanggungjawab atas target pekerjaan, walaupun tanpa sistem kerja yang formal.
Remote worker, pekerja yang tidak datang ke kantor namun tetap produktif dan mencapai target akan diberikan sebagai contoh dalam sesi ini.
Tugas Akhir Assignment
Pada sesi 2 ini aka nada quiz dan tugas akhir. Dua item ini menentukan kelulusan kamu.
Topik 9: Komunikasi Lisan dan Tertulis Yang Efektif
Peserta diberikan materi bagaimana berkomunikasi dengan baik dan benar sesuai dengan etika di dunia maya (netiquette). Contoh penulisan email yang benar dan lain sebagainya.
Pada sesi ini peserta akan diberikan informasi mengenai mindset apa saja yang perlu dikembangkan saat ini untuk dapat sukses di dunia kerja. Diantaranya: Growth Mindset, Solution-Oriented, Self-Leadership
Topik 11: Mindset ( Bag.2 )
Topik 12: Berjejaring dan Berkolaborasi
-
Pentingnya membangun jejaring
-
Cara mengembangkan jejaring
-
Peran penting kolaborasi
-
Do and dont’s dalam kolaborasi
Kebebasan waktu dan sistem kerja yang fleksibel bisa menjadi nilai tambah bekerja di era digital, namun bisa juga menjadi tantangan. Peserta harus belajar bertanggungjawab atas target pekerjaan, walaupun tanpa sistem kerja yang formal.
Remote worker, pekerja yang tidak datang ke kantor namun tetap produktif dan mencapai target akan diberikan sebagai contoh dalam sesi ini.
Buat video dengan durasi ±1 menit dengan memilih salah satu tema berikut:
- Perkenalan diri termasuk skills dan kelebihan yang dimiliki.
- Ide start-up kamu.
- Testimoni kamu mengenai program Digital Talent Scholarship 2019
- Upload video kamu ke youtube.com
- Copy dan paste link video youtube kamu di kolom upload tugas
Kewirausahaan Digital (BATCH 1) || Kelas Kewirausahaan Digital/Digipreneur Academy
Materi yang disampaikan dalam sesi ini merupakan pengantar
kewirausahaan digital mencakup, revolusi industri 4.0, transformasi
digital dan perkembangan ekonomi digital indonesia, ekosistem ekonomi
digital, bagaimana membentuk pola pikir kewirausahaan di era digital
serta pengertian dan ruang lingkup kewirausahaan digital.
Untuk
bisa lulus sesi ini kamu harus mendapatkan nilai sempurna (100%) pada
Ujian Sesi. Kerjakan Ujian Sesi sebelum tanggal 28 Juli 2019 pukul 23.00
WIB. Ingat, kamu harus lulus sesi ini untuk bisa lanjut ke sesi
berikutnya. Manfaatkanlah Quiz untuk menguji pemahaman kamu terhadap
setiap materi yang diberikan. Kamu juga bisa mengerjakan Quiz secara
berulang-ulang. Sesi ini dilengkapi modul berbentuk pdf untuk kamu yang
lebih suka belajar dengan membaca.
Selamat belajar, Digitalent!Video 1.1. Revolusi Industri 4.0 URL
Pada topik pertama dalam pengantar
kewirausahaan ini kamu diberikan pengetahuan mengenai revolusi industri
dari 1.0 hingga 4.0. Berkembangnya Internet of Things dan Artificial
Inteligence adalah ciri dari revolusi industri 4.0. Dalam materi ini
dijelaskan juga tentang pengembangan konsep society 5.0.
Modul 1.1 "Revoulusi Industri 4.0"Video 1.2 Transformasi Digital Dan Perkembangan Ekonomi Digital Indonesia
Modul 1.2 "Transformasi Digital dan Perkembangan Ekonomi"
Video 1.3 Ekosistem Ekonomi Digital (Infrastruktur, SDM, dan Permodalan)
Ekosistem ekonomi digital merupakan bahasan dari materi ketiga khususnya
pada bidang infrastruktur, SDM, dan Permodalan serta dijelaskan pula
perbedaan dengan ekosistem ekonomi konvensional.
Modul 1.3 "Ekosistem ekonomi digital" Video 1.4 Pola Pikir Kewirausahaan Di Era Digital
Materi ke 4 ini membantu anda memahami dan membentuk pola pikir
kewirausahaan. Pola pikir ini dibagi menjadi dua yaitu fixed mindset dan
growth mindset.
Modul 1.4 "Pola Pikir Kewirausahaan di Era Digital"Video 1.5 Pengertian Dan Ruang Lingkup Kewirausaahan Digital
Materi terakhir dalam sesi 1 ini ditutup dengan pengertian dan ruang lingkup pada kewirausahaan digital.
Sesi 2: Memulai Kewirausahaan Digital
Sesi yang ke dua ini memberikan anda gambaran untuk memulai kewirausahaan digital yang dimulai dengan menemukan ide usaha digital, melakukan riset pasar, menyusun perencenaan usaha digital, mengindentifikasi risiko usaha digital, serta bagaimana membangun tim untuk usaha digital.
Video 2.1 Menemukan Ide Usaha Digital
Materi pertama di sesi yang kedua ini membantu anda sekalian untuk menemukan ide usaha digital, beserta langkah-langkah ideasi, membuat poin of view, dan membahas tentang customer journey
Video 2.2 Melakukan Riset Pasar URL
Materi yang kedua membahas tentang riset pemasaran, metode riset pemasaran, dan tantangannya.
Video 2.3 Menyusun Perencanaan Usaha Digital URL
Menyusun perencanaan usaha digital merupakan materi yang ke tiga dengan pembahasan mengenai usaha yang baik, bagaimana mengkonkretkan visi menjadi program nyata, dan menggunakan tools business model canvas.
Video 2.4 Mengidentifikasi Resiko Usaha Digital URL
Materi yang ke empat merupakan pembahasan mengenai jenis-jenis risiko usaha digital, tahapan manajemen risiko, serta penanggulangan risiko.
Video 2.5 Membangun Tim Usaha Digital URL
Materi terakhir dalam sesi kedua ini membahas bagaimana membangun tim yang baik sesuai fungsinya dalam usaha digital.
Sesi 3: Mengelola Kewirausahaan Digital
Sesi terakhir ini membahas bagaimana anda mengelola usaha digital dari mulai pengelolaan pemasaran usaha, pendanaan, strategi-strategi yang dilakukan saat pitching, mengelola kenaikan kelas usaha, dan yang terakhir evaluasi dan penilaian perkembangan usaha digital.
Video 3.1 Mengelola Pemasaran Usaha URL
Materi pertama di sesi pengelolaan usaha digital membahas tentang bagaimana mengelola pemasaran usaha menggunakan AIDA model
Video 3.2 Bootstraping, Seed Funding, Serial Funding, Dan Venture Capital URL
Materi ke dua di sesi terakhir membahas sumber-sumber pendanaan untuk usaha digital.
Video 3.3 Strategi Pitching URL
Strategi pitching merupakan materi ke 3 di sesi ini menjelaskan tentang variabel-variabel apa saja yang penting untuk melakukan pitching.
Video 3.4 Mengelola Kenaikan Kelas Usaha URL
Materi yang ke 4 di sesi ketiga ini membantu anda untuk mengelola kenaikan kelas usaha menggunakan model NSM.
Video 3.5 Evaluasi Dan Penilaian Perkembangan Usaha Digital URL
Pada materi terakhir di sesi kedua ini menjelaskan bagaimana mengevaluasi dan menilai perkembangan usaha digital
Sesi 4: Best Practice Kewirausahaan Digital Bagian 1
Pada sesi ini kamu akan mendapatkan best practice dari pelaku
kewirausahaan digital yang sukses dari bidang yang berbeda-beda.
Harapannya agar kamu mengetahui ide yang telah ada dan bagaimana mereka
mengelolanya, kemudian kamu bisa mengembangkan ide lain yang baru. Kamu
juga bisa mengikuti bagaimana pola dalam memulai dan mengelola usaha
digital. Pada bagian 1 ini akan ada narasumber dari bidang games, kesehatan, makanan, properti, pertanian dan disabilitas.
Games - AGATE URL
Games - AGATE URL
Sesi 5: Best Practice Kewirausahaan Digital Bagian 2
Pada sesi ini kamu akan mendapatkan best practice dari pelaku
kewirausahaan digital yang sukses dari bidang yang berbeda-beda.
Harapannya agar kamu mengetahui ide yang telah ada dan bagaimana mereka
mengelolanya, kemudian kamu bisa mengembangkan ide lain yang baru. Kamu
juga bisa mengikuti bagaimana pola dalam memulai dan mengelola usaha
digital. Pada bagian 2 ini akan ada narasumber dari bidang industri crowdfunding, blockchain, e-Comers, fintech, transportasi dan edukasi.
Fintech - Dana URL
Fintech - Dana URL
Sesi 6: Penutup
Motivation Speech Menteri Komunikasi dan Informasi
Sumber : https://mooc.live.unpad.ac.id
Motivation Speech Menteri Komunikasi dan Informasi
Moment Pertama Kali Bejualan di Tugu Pahlawan With Grandpa
Inilah Potret Kakek gua yang lagi jaga lapak jualan baju bekas + sarung di Tugu Pahlawan Surabaya. Awal mula kenapa gua berinisiatif berjual barang seperti ini???. Karena pada saat itu gua diminta oleh grandpa untuk menjual sarung hasil pemberian orang-orang sehabis umroh, haji, dan lain-lain. Pada saat gua bingung bagaimana menjualnya, soalnya gua ga ada bakat untuk jualan. Akhirnya pada hari Minggu tanggal 24 Februari 2019 lalu, gua terjun langsung untuk berjualan di Tugu pahlawan Surabaya. Kenapa disitu??? karena itu lah tempat CFD terdekat dari rumah. Kita berangkat dari rumah sekitar jam 6 pagi, lalu muter" mencari tempat yang sekira nya kosong. Saat dapat tempat yang kosong gua langsung menjajakan dagangan kita. Nah gua kagak tahu itu tempat ada yang biasa nempati disitu apa enggak. Gua mah orgnya cuek" aj. Toh nanti klo ada nya disuruh pindah yah pindah, gitu aja kok susah. Ga disangka-sangka beneran deh feeling gua tiba-tiba ada mobil pick up datang berjualan helm, yah dengan sangat ikhlas gua menggeser dagangan gua (anak baru ga boleh cari ribut). Dengan sabar kami menunggu orang yang datang untuk sekedar melihat-lihat dagangan kita. Sesat kemudian ada bapak-bapak menghampiri lapak kita melihat-melihat sarung sapa tahu ada yang cocok. Disusul pelanggan kami yang kedua bapak-bapak juga, beliau lebih tertarik dengan baju-baju bekas yang gua bawa. Akhirnyaaa... pelanggan kami yang kedua cocok dengan kaos bekas yang kami jual dengan harga rata" Rp 5000/ all item baju bekas. Alhamdulillah ada pemasukkan hari itu walaupun Rp 5000 yang penting berkah. Untuk pelanggan yang pertama miris cuy, ud paling lama sendiri berada di lapak gua tp kagak ada 1 pun yang cocok. Ga cocok barang nya atau harganya nih??? hahahhah. Tak ape tak ape rejeki sudah ada yang ngatur. Hingga sampe jam 8 lapak gua sepiiiiiii sekali, apa terlalu mahal ya sarungnya???. Tak disangka-sangka tiba-tiba ada orang yang ngasih karcis, dan bertuliskan Rp 5000.
Mau kagak mau uang yang barusan saja masuk kantong gua keluarin deh buat barter dengan karcis tadi. Setelah gua baca lagi karcis itu, ternyata adalah ongkos untuk buka lapak disitu. Yeeeeaaahhhh bayangan gua gratis, ternyata eh ternyata bayar hufttttttttttt tidak ada pemasukkan deh pada hari itu (So Sad). Tapi gpp lah kita harus belajar ikhlas brp pun hasil yg didapatkan. Masih ada hari esok untuk mengais pundi-pundi rupiah. hahahhah
Itu lah pengalaman gua, pengalaman loe gimana???
Seminar Nasional & Workshop Internet Of Things, Big Data dan Industri 4.0 Sabtu 7 April 2018
Yukssss guyssss ikutan... Masih mudah harus perbanyak pengalaman & pengetahuan. Karena hidup cuma sekali lakukanlah dengan sebaik-baiknya.
Transfer biaya Workshop IOT & Big Data:
Mandiri:1420010559390
a.n Reny Nadlifatin
BCA: 1840394928
a.n Reny Nadlifatin
Mengisi biodata & upload bukti transfer ke google form berikut:
http://bit.ly/IOTUntagSby
Sampai Jumpa Tanggal 7 April 2018 yaaa tempatnya di Graha Wiyata Lt. 9 Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya. Pukul 8 pagi jangan telat yaa Guys... ^_^
TATA CAHAYA DALAM MULTIMEDIA
1.
Pengertian Tata Cahaya
Tata cahaya
adalah seni pengaturan cahaya dengan mempergunakan peralatan pencahayaan agar
kamera mampu melihat obyek dengan jelas, dan menciptakan ilusi sehingga
penonton mendapatkan kesan adanya jarak, ruang, waktu dan suasana dari suatu
kejadian yang dipertunjukkan dalam suatu pementasan. Seperti halnya mata
manusia, kamera video membutuhkan cahaya yang cukup agar bisa berfungsi secara
efektif. Dengan pencahayaan penonton akan bisa melihat seperti apa bentuk
obyek, di mana dia saling berhubungan dengan obyek lainnya, dengan
lingkungannya, dan kapan peristiwa itu terjadi.
Kerja kamera
elektronik sangat dipengaruhi oleh sistem pencahayaan . Hal ini sesuai dengan
karakter sistem proses perekaman gambar oleh kamera elektronik, sehingga
masalah-masalah mengenai tata cahaya sangatlah penting peranannya dalam sebuah
kegiatan perekaman gambar.
Cahaya menurut
sumbernya dibedakan dalam Cahaya bersumber dari alam, seperti cahaya matahari (
natural light/daylight) dan Cahaya yang diciptakan atau bersumber dari lampu,
api (artifisial light/tungsten)
Sumber cahaya
itu sendiri mempunyai karakteristik jenis cahaya dan intensitas cahaya yang
bermacam-macam. Kita abaikan dulu permasalahan ini, kita coba untuk memperlakukan
sebuah sistem yang aplikatif terhadap kerja kamera.Seperti teori dasar tata
cahaya. Dalam setiap pengambilan gambar dipengaruhi oleh kondisi tata
cahaya yang ada, apapun kondisinya tetapi hasilnyapun juga mengikuti kondisi
tata cahaya tersebut. Namun untuk mendapatkan hasil yang lebih maksimal
maka kita dapat mengikuti teori dasar tata cahaya yang berlaku, walaupun pada
praktek kerja kita dapat mengembangkan kreasi kita sesuai keinginan dan hasil
yang akan dicapai.
KUALITAS CAHAYA
a. Hard light
Disebut dengan
cahaya keras yang dihasilkan dari sumber cahaya dengan intensitas yang tinggi,
cahaya lebih bersifat spot. Menghasilkan kekontrasan yang tinggi dan bayangan
yang keras (gelap – terangnya).
b. Soft Light
Disebut juga
cahaya yang lembut karena dihasilkan dari sumber terpendar dan halus biasanya
cahaya yang dipancarkan adalah flood dan dibarengi dengan filter atau elemen
penghalus pemendaran cahaya.Kontras yang dihasilkan lebih tipis sehingga
bayangan yang dihasilkan juga tidak keras.
Cahaya
berdasarkan konsep dasar pencahayan dapat dibedakan :
a. Natural Light
Cahaya natural
yang sumber cahaya dalam satu frame atau adengan maupun scene bersumber dari
cahaya yang bersifat natural. Misalnya cahaya pagi hari dari sebelah timur
(key). Maka shot-shot dalm scene tersebut key lightnya dari arah yang sama.
c. Pictorial
Light/Arificial Light
Cahaya yang
bersifat artistik atau ciptaan. dibentuk sesuai kebutuhan artistik, mood sebuah
adegan atau scene. Jadi arah sumber cahaya (key) dapat berubah-ubah sesuai
dengan kebutuhan artistic gambar atau mood dari adegan tersebut.
Direction of Light
Pencahayaan
yang dibedakan berdasarkan arah cahaya dan jatuhnya cahaya ke subjek dapat
dibedakan:
a. Top Light
Cahaya yang
datang dari arah atas subjek, sebagai ambient/base light juga menciptakan
suasana tertekan pada subjek.
b. Eye Light
Cahaya yang
ditujukan pada posisi mata subjek guna untuk menguatkan kekuatan yang
dimunculkan dari mata.
c.Accent Light
Cahaya yang
dibuat sebagai aksen diluar subjek untuk menciptakan kedalaman dan mood
tertentu. Biasanya ditujukan pada background
Color Temperature (Suhu Warna)
Suhu
cahaya yang berbeda akan menghasilkan suhu warna yang berbeda pula. Lampu
neon memberikan cahaya berwarna hijau kebiru-biruan, lampu tangsten halogen
menghasilkan warna kuning kemerah-merahan, sinar cahaya matahari
memancarkan warna putih kebiru-biruan.
Perbedaan ini
sebenarnya karena adanya perbedaan derajad suhu warna yang diukur dalam Derajad
Kelvin.
Semakin rendah
derajad Kelvin, maka suhu warnanya kemerah-merahan sedangkan semakin tinggi
derajad Kelvinnya maka suhu warna cenderung kebiru-biruan.
Daftar derajad Kelvin dengan sumber cahaya
10.000 Kelvin
|
Langit biru
|
9.000 Kelvin
|
Langit mendung
|
7.000 Kelvin
|
|
5.600 Kelvin
|
Cahaya matahari (DAY LIGHT)
|
4.900 Kelvin
|
Lampu Neon
|
4.200 Kelvin
|
2 jam setelah matahari terbit/
Sebelum terbenam (TUNGSTEN)
|
3.800 Kelvin
|
1 Jam setelah matahari terbit
|
3.200 Kelvin
|
Lampu halogen
|
2.800 Kelvin
|
Lampu Pijar
|
2.200 Kelvin
|
Matahari terbit/terbenam
|
1.600 Kelvin
|
Cahaya Matahari
|
Jika kita
melihat matahari atau lampu buatan manusia lainnya, maka cahaya yang dihasilkan
adalah pijar putih atau kuning. Jadi cahaya tersebut merupakan perpaduan dari
beberapa HUE dalam spektrum.Apabila berbeda sumber pencampurannya maka akan
menghasilkan campuran yang berbeda pula yang ditangkap oleh mata manusia.
2.
PRINSIP DASAR TATA CAHAYA
Ini sudah
menjadi rumusan atau formula dasar sebuah pencahayaan dalam produksi video,
film, dan foto. Tiga poin penting itu terdiri atas : Key Light, Fill Light,
Back Light
a. Key Light
Pencahayaan
utama yang diarahkan pada objek. Keylight merupakan sumber pencahayaan paling
dominan. Biasanya keylight lebih terang dibandingkan dengan fill light. Dalam
desain 3 poin pencahyaan, keylight ditempatkan pada sudut 45 derajat di atas
subjek.Fill Light
b. Fill light
Pencahayaan
pengisi, biasanya digunakan untuk menghilangkan bayangan objek yang disebabkan
oleh key light. Fill light ditempatkan berseberangan dengan subyek yang
mempunyai jarak yang sama dengan keylight. Intensitas pencahyaan fill light
biasanya setengah dari key light.
c. Back Light
Pencahayaan
dari arah belakang objek, berfungsi untuk meberikan dimensi agar subjek tidak
“menyatu” dengan latar belakang. Pencahyaan ini diletakkan 45 derajat di
belakang subyek. Intensitas pencahyaan backlight sangat tergantung dari
pencahayaan key light dan fill light, dan tentu saja tergantung pada subyeknya.
Misal backlight untuk orang berambut pirang akan sedikit berbeda dengan
pencahayaan untuk orang dengan warna rambut hitam.
3.
Fungsi tata cahaya
Tata cahaya yang hadir di atas panggung dan menyinari
semua objek sesungguhnya menghadirkan kemungkinan bagi sutradara, aktor, dan
penonton untuk saling melihat dan berkomunikasi. Semua objek yang disinari
memberikan gambaran yang jelas kepada penonton tentang segala sesuatu yang akan
dikomunikasikan. Dengan cahaya, sutradara dapat menghadirkan ilusi imajinatif.
Banyak hal yang bisa dikerjakan bekaitan dengan peran tata cahaya tetapi fungsi
dasar tata cahaya ada empat, yaitu penerangan, dimensi, pemilihan, dan atmosfir
(Mark Carpenter, 1988).
-
Penerangan. Inilah fungsi
paling mendasar dari tata cahaya. Lampu memberi penerangan pada pemain dan
setiap objek yang ada di atas panggung. Istilah penerangan dalam tata cahaya panggung
bukan hanya sekedar memberi efek terang sehingga bisa dilihat tetapi memberi
penerangan bagian tertentu dengan intensitas tertentu. Tidak semua area di atas
panggung memiliki tingkat terang yang sama tetapi diatur dengan tujuan dan
maksud tertentu sehingga menegaskan pesan yang hendak disampaikan melalui laku
aktor di atas pentas.
-
Dimensi. Dengan tata
cahaya kedalaman sebuah objek dapat dicitrakan. Dimensi dapat diciptakan dengan
membagi sisi gelap dan terang atas objek yang disinari sehingga membantu
perspektif tata panggung. Jika semua objek diterangi dengan intensitas yang
sama maka gambar yang akan tertangkap oleh mata penonton menjadi datar. Dengan
pengaturan tingkat intensitas serta pemilahan sisi gelap dan terang maka
dimensi objek akan muncul.
-
Pemilihan. Tata cahaya
dapat dimanfaatkan untuk menentukan objek dan area yang hendak disinari. Jika
dalam film dan televisi sutradara dapat memilih adegan menggunakan kamera maka
sutradara panggung melakukannya dengan cahaya. Dalam pementasan tertentu,
penonton secara normal dapat melihat seluruh area panggung, untuk memberikan
fokus perhatian pada area atau aksi tertentu sutradara memanfaatkan cahaya.
Pemilihan ini tidak hanya berpengaruh bagi perhatian penonton tetapi juga bagi
para aktor di atas pentas serta keindahan tata panggung yang dihadirkan.
-
Atmosfir. Yang paling
menarik dari fungsi tata cahaya adalah kemampuannya menghadirkan suasana yang
mempengaruhi emosi penonton. Kata “atmosfir” digunakan untuk menjelaskan
suasana serta emosi yang terkandung dalam peristiwa lakon.Tata cahaya mampu
menghadirkan suasana yang dikehendaki oleh lakon. Sejak ditemukannya teknologi
pencahayaan panggung, efek lampu dapat diciptakan untuk menirukan cahaya bulan
dan matahari pada waktu-waktu tertentu. Misalnya, warna cahaya matahari pagi
berbeda dengan siang hari. Sinar mentari pagi membawa kehangatan sedangkan
sinar mentari siang hari terasa panas. Inilah gambaran suasana dan emosi yang
dapat dimunculkan oleh tata cahaya
Keempat fungsi
pokok tata cahaya di atas tidak berdiri sendiri. Artinya, masing-masing fungsi
memiliki interaksi (saling mempengaruhi). Fungsi penerangan dilakukan dengan
memilih area tertentu untuk memberikan gambaran dimensional objek, suasana, dan
emosi peristiwa. Gambar berikut memperlihatkan interaksi fungsi pokok tata
cahaya. READ MORE...





#ref-menu