Tampilkan postingan dengan label Pengetahuan. Tampilkan semua postingan

Soft Skills Development (BATCH 1) || Kelas Kewirausahaan Digital/Digipreneur Academy

Pada sesi 1 kamu akan mempelajari bagaimana kesempatan dan budaya kerja di dinua digital abad ini. Kamu juga akan disuguhkan mengenai mengapa perlu penguasaan softkills untuk bisa sukses di era digital. Selain itu. Narasumber akan menjelaskan materi mengenai bagaimana kamu bisa mengenal minat dan bakat probadi kamu. Kemudian kamu akan diberikan arahan bagaimana merumuskan tujuan dan jenjang karir. Selain itu, kamu akan diberikan strategi bagaimana membuat CV yang efektif.
Kamu akan diberikan tugas untuk menuliskan rencana karir kamu dengan GROW model. Pada Tugas 2, kamu akan diberi tugas untuk membuat CV yang baik.  selain itu ada quiz untuk mereview pemahaman kamu terhadap topik yang sudah kamu simak.


Module Kelas Soft SKills DevelopmentURL 
Klik link berikut untuk mendownload Module Kelas Soft Skills Development

Topik 1: Kesempatan dan Budaya Kerja Dunia Digital

Topik ini bertujuan memberikan pemahaman kepada peserta tentang berbagai peluang, lingkungan, dan budaya kerja yang ada di dunia digital.
Materi mencakup gambaran tentang berbagai profesi baru yang berkembang dan berbagai kesempatan yang dapat dimiliki untuk mengembangkan karir dalam industri digital saat ini dan di masa yang akan datang. Berbagai contoh karir diberikan untuk meningkatkan pemahaman peserta.
Peserta juga akan mendapat gambaran umum mengenai cara kerja yang berbeda-beda sesuai dengan sektor pekerjaan terkait. Penjelasan tentang kelebihan dan kekurangan dari lingkungan kerja di era digital juga akan diberikan untuk meningkatkan pemahaman peserta. Perbedaan budaya kerja seperti pengaturan jam kerja, struktur birokrasi, dan ritme kerja di berbagai sektor akan diberikan sebagai contoh.
Peserta akan didorong untuk menumbuhkan passion dan kecintaan terhadap dunia kerja digital. Materi akan mencakup penjelasan tentang dampak yang dapat dihasilkan dari profesi mereka, serta bagaimana mereka dapat membuat perubahan melalui pekerjaan mereka.
Perubahan sosial yang telah berhasil diciptakan startup-startup lokal akibat perkembangan teknologi digital akan diberikan sebagai contoh.

Dalam pembahasan topik ini, peserta akan mendapat gambaran tentang soft-skills yang akan dipelajari selama program Soft-Skills Development.
Peserta akan mendapat pemahaman betapa pentingnya memiliki soft-skill di dunia kerja, serta bagaimana menggunakan soft-skill untuk meningkatkan karir.
Contoh soft-skill yang akan dibahas adalah soft- skill komunikasi. 

 
Pada sesi ini peserta dapat mengenali minat, bakat dan profil diri sendiri. Peserta diberi serangkaian tools yang akan dapat memotret karakter peserta. SWOT analisis untuk profil diri, MBTI untuk mengetahui kepribadian, dan test bakat lainnya. Peserta mendapatkan contoh- contoh profil tokoh yang berhasil dalam bidang digital dan kecenderungan karakter tokoh tersebut.
Peserta juga akan menjajaki pilihan karir di dunia digital berdasarkan penelusuran minat, bakat dan profil diri pada pertemuan sebelumnya.
Dengan begitu peserta dapat menentukan pilihan pada karir yang tepat sesuai dengan minat dan bakat yang dimiliki.
Pada sesi ini peserta diajak untuk menyadari pentingnya memiliki career objective dan career path agar menjadi lebih fokus dalam mencapai tujuannya. Selain itu, peserta juga akan mendapat pengetahuan dalam merumuskan career objective dan career path yang benar dan terukur. Output dari pembelajaran sesi ini peserta mengetahui career objective dan career path pada pilihan karir yang menjadi minatnya.
Setelah menentukan career objective dan career path yang ingin ditempuh peserta, pada sesi ini peserta dibimbing untuk mempersiapkan proses melamar pekerjaan.
Sesi ini diharapkan dapat menumbuhkan inisiatif peserta untuk aktif mencari tahu informasi dan proses yang ditentukan oleh perusahaan yang ingin dilamar selama proses rekrutmen.
Pada tahap ini, peserta juga dibimbing untuk membuat CV yang efektif, serta sesuai dengan karakteristik dan sektor perusahaan digital.
Hasil CV peserta diharapkan memuat segala informasi yang dibutuhkan oleh perusahaan, serta menunjukan latar belakang, kelebihan dan prestasi peserta.
Topik 6: Menggunakan Platform Digital Pencarian Kerja
Sesi ini bertujuan untuk memberikan pengalaman bagi peserta untuk menggunakan platform digital pencarian kerja.
Dengan menggunakan berbagai platform digital, diharapkan peserta dapat lebih mudah mendapat informasi lowongan pekerjaan dan melamar pekerjaan.
 Topik 7: Pemahaman Proses Rekrutmen dan Persiapannya
Sesi ini bertujuan memberikan gambaran umum proses rekrutmen pada dunia kerja yang perlu diketahui oleh peserta agar dapat mempersiapkan diri dalam menghadapi proses rekrutmen. Pada sesi ini, peserta akan diberi pengetahuan bentuk-bentuk proses rekrutmen yang umum di dilaksanakan saat ini.
Peserta kemudian akan mendapatkan materi tentang tipe-tipe wawancara di dunia kerja dan contoh-contoh pertanyaan dalam tipe-tipe wawancara tersebut sehingga mampu mempersiapkan informasi yang akan dibutuhkan oleh pewawancara, selain itu peserta juga mampu menjelaskan perbedaan dari masing-masing tipe wawancara.
 Peserta akan diberikan tips dan trik serta hal-hal yang sebaiknya dilakukan dan tidak dilakukan saat mengikuti wawancara kerja. Pertanyaan- pertanyaan umum yang sering muncul dalam wawancara kerja akan dibahas secara lebih mendalam, termasuk cara menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut. Peserta juga akan mempelajari hal-hal lain yang harus diperhatikan termasuk pakaian, bahasa tubuh, dan cara bicara.
Peserta juga akan dibekali dengan teknik dasar dalam negosiasi yang baik dan benar.

Sesi2

Pada sesi 2 ini kamu akan dituntun untuk memahami bagaimana komunikasi lisan dan tulisan yang efektif. Kamu juga akan diberikan informasi mengenai mindset apa saja yang perlu dikembangkan saat ini untuk dapat sukses di dunia kerja. Selain itu, kamu akan dipaparkan mengenai bagaimana mengelola waktu dan menjalin jejarin dan berkolaborasi.
Pada sesi 2 ini aka nada quiz dan tugas akhir. Dua item ini menentukan kelulusan kamu.
Topik 9: Komunikasi Lisan dan Tertulis Yang Efektif
 Pada sesi ini, peserta mendapatkan informasi bagaimana cara berkomunikasi yang efektif baik secara lisan maupun tulisan. Prinsip-prinsip komunikasi yang efektif seperti REACH (Respect, Empathy, Audible, Clarity dan Humble) dijelaskan juga pada sesi ini.
Peserta diberikan materi bagaimana berkomunikasi dengan baik dan benar sesuai dengan etika di dunia maya (netiquette). Contoh penulisan email yang benar dan lain sebagainya.
 Topik 10: Mindset ( Bag.1 )

Pada sesi ini peserta akan diberikan informasi mengenai mindset apa saja yang perlu dikembangkan saat ini untuk dapat sukses di dunia kerja. Diantaranya: Growth Mindset, Solution-Oriented, Self-Leadership
Topik 11: Mindset ( Bag.2 ) 
  Pada sesi ini peserta akan diberikan informasi mengenai mindset apa saja yang perlu dikembangkan saat ini untuk dapat sukses di dunia kerja. Diantaranya: Critical Thinking, Adaptability, Customer-Centric, Data-driven Decision Making 
Topik 12: Berjejaring dan Berkolaborasi
 Pada sesi ini, peserta akan diberi pemahaman arti penting keuntungan bila memiliki jejaring dan kolaborasi. Baik dalam proses pencarian kerja maupun untuk pengembangan karirnya nanti. Materi yang akan diberikan:
  • Pentingnya membangun jejaring
  • Cara mengembangkan jejaring
  • Peran penting kolaborasi
  • Do and dont’s dalam kolaborasi
 Topik 13: Manajemen waktu
 Dalam era digital, sangat penting bagi peserta untuk mengetahui manajemen waktu. Oleh karena itu pada sesi ini, peserta akan diberikan pemahaman bagaimana cara manajemen waktu serta memaksimalkan waktu untuk menjadi lebih produktif dalam bekerja.
Kebebasan waktu dan sistem kerja yang fleksibel bisa menjadi nilai tambah bekerja di era digital, namun bisa juga menjadi tantangan. Peserta harus belajar bertanggungjawab atas target pekerjaan, walaupun tanpa sistem kerja yang formal.
Remote worker, pekerja yang tidak datang ke kantor namun tetap produktif dan mencapai target akan diberikan sebagai contoh dalam sesi ini.
 Tugas Akhir Assignment

Kewirausahaan Digital (BATCH 1) || Kelas Kewirausahaan Digital/Digipreneur Academy




Sesi 1: Pengantar Kewirausahaan Digital
Materi yang disampaikan dalam sesi ini merupakan pengantar kewirausahaan digital mencakup, revolusi industri 4.0, transformasi digital dan perkembangan ekonomi digital indonesia, ekosistem ekonomi digital, bagaimana membentuk pola pikir kewirausahaan di era digital serta pengertian dan ruang lingkup kewirausahaan digital.
Untuk bisa lulus sesi ini kamu harus mendapatkan nilai sempurna (100%) pada Ujian Sesi. Kerjakan Ujian Sesi sebelum tanggal 28 Juli 2019 pukul 23.00 WIB. Ingat, kamu harus lulus sesi ini untuk bisa lanjut ke sesi berikutnya. Manfaatkanlah Quiz untuk menguji pemahaman kamu terhadap setiap materi yang diberikan. Kamu juga bisa mengerjakan Quiz secara berulang-ulang. Sesi ini dilengkapi modul berbentuk pdf untuk kamu yang lebih suka belajar dengan membaca. 
Selamat belajar, Digitalent!

Video 1.1. Revolusi Industri 4.0 URL
Pada topik pertama dalam pengantar kewirausahaan ini kamu diberikan pengetahuan mengenai revolusi industri dari 1.0 hingga 4.0. Berkembangnya Internet of Things dan Artificial Inteligence adalah ciri dari revolusi industri 4.0. Dalam materi ini dijelaskan juga tentang pengembangan konsep society 5.0.
Modul 1.1 "Revoulusi Industri 4.0"

Video 1.2 Transformasi Digital Dan Perkembangan Ekonomi Digital Indonesia
Materi yang kedua ini membahas mengenai transformasi digital yaitu digitasi, digitisasi, dan digitalisasi. Perkembangan ekonomi digital indonesia juga di tandai dengan berkembangnya fintech serta e-commerce di indonesia.
Modul 1.2 "Transformasi Digital dan Perkembangan Ekonomi" 

Video 1.3 Ekosistem Ekonomi Digital (Infrastruktur, SDM, dan Permodalan)

Ekosistem ekonomi digital merupakan bahasan dari materi ketiga khususnya pada bidang infrastruktur, SDM, dan Permodalan serta dijelaskan pula perbedaan dengan ekosistem ekonomi konvensional.
Modul 1.3 "Ekosistem ekonomi digital"

Video 1.4 Pola Pikir Kewirausahaan Di Era Digital
Materi ke 4 ini membantu anda memahami dan membentuk pola pikir kewirausahaan. Pola pikir ini dibagi menjadi dua yaitu fixed mindset dan growth mindset.
Modul 1.4 "Pola Pikir Kewirausahaan di Era Digital"

Video 1.5 Pengertian Dan Ruang Lingkup Kewirausaahan Digital
Materi terakhir dalam sesi 1 ini ditutup dengan pengertian dan ruang lingkup pada kewirausahaan digital.

Sesi 2: Memulai Kewirausahaan Digital
Sesi yang ke dua ini memberikan anda gambaran untuk memulai kewirausahaan digital yang dimulai dengan menemukan ide usaha digital, melakukan riset pasar, menyusun perencenaan usaha digital, mengindentifikasi risiko usaha digital, serta bagaimana membangun tim untuk usaha digital.

Video 2.1 Menemukan Ide Usaha Digital


Materi pertama di sesi yang kedua ini membantu anda sekalian untuk menemukan ide usaha digital, beserta langkah-langkah ideasi, membuat poin of view, dan membahas tentang customer journey

Video 2.2 Melakukan Riset Pasar URL

Materi yang kedua membahas tentang riset pemasaran, metode riset pemasaran, dan tantangannya.

Video 2.3 Menyusun Perencanaan Usaha Digital URL

Menyusun perencanaan usaha digital merupakan materi yang ke tiga dengan pembahasan mengenai usaha yang baik, bagaimana mengkonkretkan visi menjadi program nyata, dan menggunakan tools business model canvas. 

Video 2.4 Mengidentifikasi Resiko Usaha Digital URL

Materi yang ke empat merupakan pembahasan mengenai jenis-jenis risiko usaha digital, tahapan manajemen risiko, serta penanggulangan risiko. 

Video 2.5 Membangun Tim Usaha Digital URL

Materi terakhir dalam sesi kedua ini membahas bagaimana membangun tim yang baik sesuai fungsinya dalam usaha digital.




Sesi 3: Mengelola Kewirausahaan Digital

Sesi terakhir ini membahas bagaimana anda mengelola usaha digital dari mulai pengelolaan pemasaran usaha, pendanaan, strategi-strategi yang dilakukan saat pitching, mengelola kenaikan kelas usaha, dan yang terakhir evaluasi dan penilaian perkembangan usaha digital. 

Video 3.1 Mengelola Pemasaran Usaha URL

Materi pertama di sesi pengelolaan usaha digital membahas tentang bagaimana mengelola pemasaran usaha menggunakan AIDA model 

Video 3.2 Bootstraping, Seed Funding, Serial Funding, Dan Venture Capital URL 

Materi ke dua di sesi terakhir membahas sumber-sumber pendanaan untuk usaha digital. 

Video 3.3 Strategi Pitching URL 

Strategi pitching merupakan materi ke 3 di sesi ini menjelaskan tentang variabel-variabel apa saja yang penting untuk melakukan pitching. 

Video 3.4 Mengelola Kenaikan Kelas Usaha URL 

Materi yang ke 4 di sesi ketiga ini membantu anda untuk mengelola kenaikan kelas usaha menggunakan model NSM. 

Video 3.5 Evaluasi Dan Penilaian Perkembangan Usaha Digital URL 

Pada materi terakhir di sesi kedua ini menjelaskan bagaimana mengevaluasi dan menilai perkembangan usaha digital



Sesi 4: Best Practice Kewirausahaan Digital Bagian 1
Pada sesi ini kamu akan mendapatkan best practice dari pelaku kewirausahaan digital yang sukses dari bidang yang berbeda-beda. Harapannya agar kamu mengetahui ide yang telah ada dan bagaimana mereka mengelolanya, kemudian kamu bisa mengembangkan ide lain yang baru. Kamu juga bisa mengikuti bagaimana pola dalam memulai dan mengelola usaha digital. Pada bagian 1 ini akan ada narasumber dari bidang games, kesehatan, makanan, properti, pertanian dan disabilitas.

Games - AGATE URL

Kesehatan - Halodoc URL
Kuliner - Kulina URL
Logistik - Trilogic URL 

Pertanian - Tanihub URL 

Disabilitas - DIFFAGO URL




Sesi 5: Best Practice Kewirausahaan Digital Bagian 2
Pada sesi ini kamu akan mendapatkan best practice dari pelaku kewirausahaan digital yang sukses dari bidang yang berbeda-beda. Harapannya agar kamu mengetahui ide yang telah ada dan bagaimana mereka mengelolanya, kemudian kamu bisa mengembangkan ide lain yang baru. Kamu juga bisa mengikuti bagaimana pola dalam memulai dan mengelola usaha digital. Pada bagian 2 ini akan ada narasumber dari bidang industri crowdfunding, blockchain, e-Comers, fintech, transportasi dan edukasi. 

Fintech - Dana URL

E-commerce - Bukalapak URL


Blockchain URL 
Crowdfunding -Bizhare URL
Transportasi - Tiket.com URL

Edukasi
Sesi 6: Penutup 
Motivation Speech Menteri Komunikasi dan Informasi



Sumber : https://mooc.live.unpad.ac.id

Moment Pertama Kali Bejualan di Tugu Pahlawan With Grandpa

Inilah Potret Kakek gua yang lagi jaga lapak jualan baju bekas + sarung di Tugu Pahlawan Surabaya. Awal mula kenapa gua berinisiatif berjual barang seperti ini???. Karena pada saat itu gua diminta oleh grandpa untuk menjual sarung hasil pemberian orang-orang sehabis umroh, haji, dan lain-lain. Pada saat gua bingung bagaimana menjualnya, soalnya gua ga ada bakat untuk jualan. Akhirnya pada hari Minggu tanggal 24 Februari 2019 lalu, gua terjun langsung untuk berjualan di Tugu pahlawan Surabaya. Kenapa disitu??? karena itu lah tempat CFD terdekat dari rumah. Kita berangkat dari rumah sekitar jam 6 pagi, lalu muter" mencari tempat yang sekira nya kosong. Saat dapat tempat yang kosong gua langsung menjajakan dagangan kita. Nah gua kagak tahu itu tempat ada yang biasa nempati disitu apa enggak. Gua mah orgnya cuek" aj. Toh nanti klo ada nya disuruh pindah yah pindah, gitu aja kok susah. Ga disangka-sangka beneran deh feeling gua tiba-tiba ada mobil pick up datang berjualan helm, yah dengan sangat ikhlas gua menggeser dagangan gua (anak baru ga boleh cari ribut). Dengan sabar kami menunggu orang yang datang untuk sekedar melihat-lihat dagangan kita. Sesat kemudian ada bapak-bapak menghampiri lapak kita melihat-melihat sarung sapa tahu ada yang cocok. Disusul pelanggan kami yang kedua bapak-bapak juga, beliau lebih tertarik dengan baju-baju bekas yang gua bawa. Akhirnyaaa... pelanggan kami yang kedua cocok dengan kaos bekas yang kami jual dengan harga rata" Rp 5000/ all item baju bekas. Alhamdulillah ada pemasukkan hari itu walaupun Rp 5000 yang penting berkah. Untuk pelanggan yang pertama miris cuy, ud paling lama sendiri berada di lapak gua tp kagak ada 1 pun yang cocok. Ga cocok barang nya atau harganya nih??? hahahhah. Tak ape tak ape rejeki sudah ada yang ngatur. Hingga sampe jam 8 lapak gua sepiiiiiii sekali, apa terlalu mahal ya sarungnya???. Tak disangka-sangka tiba-tiba ada orang yang ngasih karcis, dan bertuliskan Rp 5000.
Mau kagak mau uang yang barusan saja masuk kantong gua keluarin deh buat barter dengan karcis tadi. Setelah gua baca lagi karcis itu, ternyata adalah ongkos untuk buka lapak disitu. Yeeeeaaahhhh bayangan gua gratis, ternyata eh ternyata bayar hufttttttttttt tidak ada pemasukkan deh pada hari itu (So Sad). Tapi gpp lah kita harus belajar ikhlas brp pun hasil yg didapatkan. Masih ada hari esok untuk mengais pundi-pundi rupiah. hahahhah
Itu lah pengalaman gua, pengalaman loe gimana???

Seminar Nasional & Workshop Internet Of Things, Big Data dan Industri 4.0 Sabtu 7 April 2018


Yukssss guyssss ikutan... Masih mudah harus perbanyak pengalaman & pengetahuan. Karena hidup cuma sekali lakukanlah dengan sebaik-baiknya.
Transfer biaya Workshop IOT & Big Data:

Mandiri:1420010559390
a.n Reny Nadlifatin

BCA: 1840394928
a.n Reny Nadlifatin

Mengisi biodata & upload bukti transfer ke google form berikut:

http://bit.ly/IOTUntagSby

Sampai Jumpa Tanggal 7 April 2018 yaaa tempatnya di Graha Wiyata Lt. 9 Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya. Pukul 8 pagi jangan telat yaa Guys... ^_^

TATA CAHAYA DALAM MULTIMEDIA


1.    Pengertian Tata Cahaya
Tata cahaya adalah seni pengaturan cahaya dengan mempergunakan peralatan pencahayaan agar kamera mampu melihat obyek dengan jelas, dan menciptakan ilusi sehingga penonton mendapatkan kesan adanya jarak, ruang, waktu dan suasana dari suatu kejadian yang dipertunjukkan dalam suatu pementasan. Seperti halnya mata manusia, kamera video membutuhkan cahaya yang cukup agar bisa berfungsi secara efektif. Dengan pencahayaan penonton akan bisa melihat seperti apa bentuk obyek, di mana dia saling berhubungan dengan obyek lainnya, dengan lingkungannya, dan kapan peristiwa itu terjadi.
Kerja kamera elektronik sangat dipengaruhi oleh sistem pencahayaan . Hal ini sesuai dengan karakter sistem proses perekaman gambar oleh kamera elektronik, sehingga masalah-masalah mengenai tata cahaya sangatlah penting peranannya dalam sebuah kegiatan perekaman gambar.
Cahaya menurut sumbernya dibedakan dalam Cahaya bersumber dari alam, seperti cahaya matahari ( natural light/daylight) dan Cahaya yang diciptakan atau bersumber dari lampu, api (artifisial light/tungsten)
Sumber cahaya itu sendiri mempunyai karakteristik jenis cahaya dan intensitas cahaya yang bermacam-macam. Kita abaikan dulu permasalahan ini, kita coba untuk memperlakukan sebuah sistem yang aplikatif terhadap kerja kamera.Seperti teori dasar tata cahaya. Dalam setiap pengambilan gambar dipengaruhi oleh kondisi tata cahaya yang ada, apapun kondisinya tetapi hasilnyapun juga mengikuti kondisi tata cahaya tersebut. Namun untuk mendapatkan hasil yang lebih maksimal maka kita dapat mengikuti teori dasar tata cahaya yang berlaku, walaupun pada praktek kerja kita dapat mengembangkan kreasi kita sesuai keinginan dan hasil yang akan dicapai. 
KUALITAS CAHAYA
a. Hard light
Disebut dengan cahaya keras yang dihasilkan dari sumber cahaya dengan intensitas yang tinggi, cahaya lebih bersifat spot. Menghasilkan kekontrasan yang tinggi dan bayangan yang keras (gelap – terangnya).
b. Soft Light
Disebut juga cahaya yang lembut karena dihasilkan dari sumber terpendar dan halus biasanya cahaya yang dipancarkan adalah flood dan dibarengi dengan filter atau elemen penghalus pemendaran cahaya.Kontras yang dihasilkan lebih tipis sehingga bayangan yang dihasilkan juga tidak keras.
 
Cahaya berdasarkan konsep dasar pencahayan dapat dibedakan :
a.  Natural Light
Cahaya natural yang sumber cahaya dalam satu frame atau adengan maupun scene bersumber dari cahaya yang bersifat natural. Misalnya cahaya pagi hari dari sebelah timur (key). Maka shot-shot dalm scene tersebut key lightnya dari arah yang sama.
c. Pictorial Light/Arificial Light
Cahaya yang bersifat artistik atau ciptaan. dibentuk sesuai kebutuhan artistik, mood sebuah adegan atau scene. Jadi arah sumber cahaya (key) dapat berubah-ubah sesuai dengan kebutuhan artistic gambar atau mood dari adegan tersebut.
                                                     
Direction of Light
Pencahayaan yang dibedakan berdasarkan arah cahaya dan jatuhnya cahaya ke subjek dapat dibedakan:
a.  Top Light
Cahaya yang datang dari arah atas subjek, sebagai ambient/base light juga menciptakan suasana tertekan pada subjek.  
b. Eye Light
Cahaya yang ditujukan pada posisi mata subjek guna untuk menguatkan kekuatan yang dimunculkan dari  mata.
c.Accent Light
Cahaya yang dibuat sebagai aksen diluar subjek untuk menciptakan kedalaman dan mood tertentu. Biasanya ditujukan pada background
Color Temperature (Suhu Warna)
Suhu cahaya  yang berbeda akan menghasilkan suhu warna yang berbeda pula. Lampu neon memberikan cahaya berwarna hijau kebiru-biruan, lampu tangsten halogen menghasilkan warna kuning kemerah-merahan, sinar cahaya  matahari memancarkan warna putih kebiru-biruan. 
Perbedaan ini sebenarnya karena adanya perbedaan derajad suhu warna yang diukur dalam Derajad Kelvin. 
Semakin rendah derajad Kelvin, maka suhu warnanya kemerah-merahan sedangkan semakin tinggi derajad Kelvinnya maka suhu warna cenderung kebiru-biruan.
Daftar derajad Kelvin dengan sumber cahaya
10.000 Kelvin
Langit biru
9.000 Kelvin
Langit mendung
7.000 Kelvin

5.600 Kelvin
Cahaya matahari (DAY LIGHT)
4.900 Kelvin
Lampu Neon
4.200 Kelvin
2 jam setelah matahari terbit/
Sebelum terbenam (TUNGSTEN)
3.800 Kelvin
1 Jam setelah matahari terbit
3.200 Kelvin
Lampu halogen
2.800 Kelvin
Lampu Pijar
2.200 Kelvin
Matahari terbit/terbenam
1.600 Kelvin
Cahaya Matahari
Jika kita melihat matahari atau lampu buatan manusia lainnya, maka cahaya yang dihasilkan adalah pijar putih atau kuning. Jadi cahaya tersebut merupakan perpaduan dari beberapa HUE dalam spektrum.Apabila berbeda sumber pencampurannya maka akan menghasilkan campuran yang berbeda pula yang ditangkap oleh mata manusia.
2.    PRINSIP DASAR TATA CAHAYA
Ini sudah menjadi rumusan atau formula dasar sebuah pencahayaan dalam produksi video, film, dan foto. Tiga poin penting itu terdiri atas : Key Light, Fill Light, Back Light
a. Key Light
Pencahayaan utama yang diarahkan pada objek. Keylight merupakan sumber pencahayaan paling dominan. Biasanya keylight lebih terang dibandingkan dengan fill light. Dalam desain 3 poin pencahyaan, keylight ditempatkan pada sudut 45 derajat di atas subjek.Fill Light
b. Fill light
Pencahayaan pengisi, biasanya digunakan untuk menghilangkan bayangan objek yang disebabkan oleh key light. Fill light ditempatkan berseberangan dengan subyek yang mempunyai jarak yang sama dengan keylight. Intensitas pencahyaan fill light biasanya setengah dari key light.
c. Back Light
Pencahayaan dari arah belakang objek, berfungsi untuk meberikan dimensi agar subjek tidak “menyatu” dengan latar belakang. Pencahyaan ini diletakkan 45 derajat di belakang subyek. Intensitas pencahyaan backlight sangat tergantung dari pencahayaan key light dan fill light, dan tentu saja tergantung pada subyeknya. Misal backlight untuk orang berambut pirang akan sedikit berbeda dengan pencahayaan untuk orang dengan warna rambut hitam.
3.    Fungsi tata cahaya
Tata cahaya yang hadir di atas panggung dan menyinari semua objek sesungguhnya menghadirkan kemungkinan bagi sutradara, aktor, dan penonton untuk saling melihat dan berkomunikasi. Semua objek yang disinari memberikan gambaran yang jelas kepada penonton tentang segala sesuatu yang akan dikomunikasikan. Dengan cahaya, sutradara dapat menghadirkan ilusi imajinatif. Banyak hal yang bisa dikerjakan bekaitan dengan peran tata cahaya tetapi fungsi dasar tata cahaya ada empat, yaitu penerangan, dimensi, pemilihan, dan atmosfir (Mark Carpenter, 1988).
-       Penerangan. Inilah fungsi paling mendasar dari tata cahaya. Lampu memberi penerangan pada pemain dan setiap objek yang ada di atas panggung. Istilah penerangan dalam tata cahaya panggung bukan hanya sekedar memberi efek terang sehingga bisa dilihat tetapi memberi penerangan bagian tertentu dengan intensitas tertentu. Tidak semua area di atas panggung memiliki tingkat terang yang sama tetapi diatur dengan tujuan dan maksud tertentu sehingga menegaskan pesan yang hendak disampaikan melalui laku aktor di atas pentas.
-       Dimensi. Dengan tata cahaya kedalaman sebuah objek dapat dicitrakan. Dimensi dapat diciptakan dengan membagi sisi gelap dan terang atas objek yang disinari sehingga membantu perspektif tata panggung. Jika semua objek diterangi dengan intensitas yang sama maka gambar yang akan tertangkap oleh mata penonton menjadi datar. Dengan pengaturan tingkat intensitas serta pemilahan sisi gelap dan terang maka dimensi objek akan muncul.
-       Pemilihan. Tata cahaya dapat dimanfaatkan untuk menentukan objek dan area yang hendak disinari. Jika dalam film dan televisi sutradara dapat memilih adegan menggunakan kamera maka sutradara panggung melakukannya dengan cahaya. Dalam pementasan tertentu, penonton secara normal dapat melihat seluruh area panggung, untuk memberikan fokus perhatian pada area atau aksi tertentu sutradara memanfaatkan cahaya. Pemilihan ini tidak hanya berpengaruh bagi perhatian penonton tetapi juga bagi para aktor di atas pentas serta keindahan tata panggung yang dihadirkan.
-       Atmosfir. Yang paling menarik dari fungsi tata cahaya adalah kemampuannya menghadirkan suasana yang mempengaruhi emosi penonton. Kata “atmosfir” digunakan untuk menjelaskan suasana serta emosi yang terkandung dalam peristiwa lakon.Tata cahaya mampu menghadirkan suasana yang dikehendaki oleh lakon. Sejak ditemukannya teknologi pencahayaan panggung, efek lampu dapat diciptakan untuk menirukan cahaya bulan dan matahari pada waktu-waktu tertentu. Misalnya, warna cahaya matahari pagi berbeda dengan siang hari. Sinar mentari pagi membawa kehangatan sedangkan sinar mentari siang hari terasa panas. Inilah gambaran suasana dan emosi yang dapat dimunculkan oleh tata cahaya
Keempat fungsi pokok tata cahaya di atas tidak berdiri sendiri. Artinya, masing-masing fungsi memiliki interaksi (saling mempengaruhi). Fungsi penerangan dilakukan dengan memilih area tertentu untuk memberikan gambaran dimensional objek, suasana, dan emosi peristiwa. Gambar berikut memperlihatkan interaksi fungsi pokok tata cahaya. READ MORE...

- Copyright © Whatever I Don't Care - Hatsune Miku - Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan -